Tuesday, February 26, 2013
Olah Raga "Two in One"
Friday, February 22, 2013
Saya Malu Jadi Orang Islam!!!
Hari ini dapat broadcast message di Blackberry Messengger yang cukup mengejutkan. Isinya berita tentang Paus Benediktus XVI yang katanya masuk Islam dan sholat di Turki. Seperti 90% broadcast message lainnya yang isinya cuma hoax murahan, tentu saja berita ini saya yakini juga berita tidak benar. Memang, beberapa waktu lalu Paus Benediktus menyatakan mengundurkan diri, yang saya tahu karena alasan usia dan kesehatan, bukan karena tidak sesuai dengan keyakinannya apalagi sampai pindah agama. Setelah saya googling dari situs-situs yang terpercaya kebenarannya ternyata berita diatas benar-benar berita bohong.
Sebelum berita diatas kita juga pernah dikejutkan berita yang katanya Neil Armstrong masuk Islam setelah kepulangannya dari bulan. Diberitakan juga kalau ketika di bulan Neil Armstrong juga sempat mendengar suara adzan. Setelah ditelusuri, berita ini juga ternyata hanya berita bohong. Lalu yang belum lama ini ada Michael Jackson yang juga diperdebatkan "keislamannya", bahkan ketika menjelang pemakamannya ramai dibicarakan tata cara pemakaman raja pop itu. Dan mungkin kemudian para konservatif ini kecewa karena ternyata MJ sama sekali tidak dimakamkan dengan tata cara Islam.
Muslim, ada apa sih dengan kalian?. Apakah kalian minder dengan agama kalian sampai-sampai mendompleng nama besar Neil Armstrong dan Paus Benediktus juga Michael Jackson untuk membesarkan agama kalian dengan membuat cerita bohong jika mereka masuk Islam?. Jadi seakan-akan agama kalian adalah agama pilihan tokoh penting dunia, begitu?.
Saya benar-benar tidak paham cara berpikir kalian.
Saat ini umat Muslim memang sedang mengalami krisis kepercayaan dihadapan masyarakat dunia. Tapi tidak perlu juga melalukan hal konyol semacam ini. Hal ini malah membuat kita semakin terlihat dungu dan ditertawakan oleh mereka.
Astagfirullahaladzim........
Saya ini juga muslim, tapi saya percaya kalau Islam sudah merupakan agama besar meskipun tanpa dianut oleh orang-orang penting.
Idola Baru di Inggris?
Monday, October 1, 2012
Our GIGS These Days.
Coba perhatikan kerumunan penonton di sebuah konser musik. Banyak dari mereka yang mengacungkan tangannya, tapi bukan untuk mengikuti irama musik ataupun melambai kepada artis yang ada di atas panggung, tapi mereka mengangakat gadget mereka. Mereka sibuk dengan merekam ataupun memotret. Mereka tidak lagi menikmati musiknya, mereka tidak lagi bernyanyi bersama, berdansa, ataupun membuat mosh pit.
Memang sih, tidak ada yang salah dengan itu semua, tapi kan sayang kalau kita beli tiket mahal tapi tidak untuk menikmati pertunjukkan diatas panggung. Kita hanya sibuk mengarahkan handphone kita. Apalagi kalau jaraknya terlalu jauh dengan stage, hasil rekaman atau potretnya kan juga tidak terlalu bagus untuk dilihat lagi.
Coba lihat konser musik di Glastonbury ataupun Woodstock Festival, hampir tidak ada penonton yang memotret ataupun merekam pertunjukkan diatas panggung dengan gadget mereka. Mereka menari dan bernyanyi bersama.
Memang sih, saya sendiri belum pernah datang ke dua acara tersebut, tapi paling tidak kan bisa lihat di TV atau YouTube. :D
Cuma ajakan, ayo kita bernyanyi bersama, ayo melompat bersama, ayo kita berteriak bersama, ayo kita pompa adrenalin kita. Jangan jadi anti-sosial!
Friday, September 14, 2012
Wednesday, September 12, 2012
"Kamu muslim?', "Sholat lima waktu?"
Wednesday, August 29, 2012
Meanwhile in Gresik
Okultasi Jupiter
![]() | ||
| Jupiter Occultation (Photo taken on August 8th 2012 2:35 am) |
Saturday, July 7, 2012
Ilmu Pengetahuan Musuh Agama (?)
Tuesday, May 29, 2012
"Kita Ini Umat Miskin!"
Tapi, coba perhatikan, siapa yang menjadikan pengusaha rokok kaya? Siapa yang menghabiskan uang jutaan rupiah untuk memenuhi udara kita dengan asap beracun? Siapa yang membeli makanan hanya untuk dibuang kembali? Jawabannya KITA, kan?
Tapi kenapa ada perbedaan yang mencolok seperti itu? Kenapa tidak ada kesadaran untuk bersedekah, kenapa tidak ada niatan untuk beramal jariyah? Kenapa orang melakukan ibadah (sedekah dan amal jariyah) harus jemput bola? Lalu siapa yang salah? Kita? atau malah panitia pembangunan musholla?
Saat ini, kita sudah tidak bisa lagi saling percaya. Kita sudah saling mencurigai.
Mungkin, kita tidak mau bersedekah karena sudah tidak lagi percaya pada mereka para panitia. Kita tidak tahu apa yang mereka lakukan dengan uang kita, dikemanakan uang kita? Apakah benar-benar untuk membangun musholla?
Tiap tahun, jelang Idul Fitri di media cetak dan elektronik pasti ditemukan berita, "Pembagian Zakat Ricuh, Sekian Orang Tewas Terinjak-Injak". Lalu muncul pertanyaan, kenapa para saudagar itu membagikan sendiri zakat mereka, kenapa tidak melalui Badan Amil Zakat resmi pemilik pemerintah? Jawabannya pasti sama, karena mereka tidak percaya pada lembaga-lembaga macam itu. Para saudagar itu lebih lega kalau mereka tahu siapa yang menerima zakat mereka.
Jika saja sistem manajemen sedekah, zakat, dan amal jariyah dikelola secara bersih, transparan dan profesional pasti kita tidak menjadi umat yang miskin. Kita tidak mengemis.










